Label

Syrian Female Soldiers (Tentara Wanita Suriah)

As the military conflict in Syria progressed and the number of casualties rose women received more and more positions in the ranks of the Syrian Armed Forces. The first brigade of women, named "Lionesses for National Defense,” was formed in 2013.

Photo: Cadets of the military academy for women in #Damascus take part in a physical #fitness lesson. © Sputnik/ Valery Melnikov

Check out full photo gallery here: http://sptnkne.ws/atc9
 The women from "Lionesses for National Defense" are trained to handle Kalashnikov rifles, heavy machine guns and grenades.

Photo: Cadets of the military academy for women in Damascus during combat training. © Sputnik/ Valery Melnikov

Check out full photo gallery here: http://sptnkne.ws/atc9
 Cadets of the military academy for women in Damascus during physical training. © Sputnik/ Valery Melnikov

Check out full photo gallery here: http://sptnkne.ws/atc9
 Cadets of a military academy for women in Damascus take part in a physical fitness lesson. © Sputnik/ Valery Melnikov

Check out full photo gallery here: http://sptnkne.ws/atc9
 Cadets of the military academy for women in Damascus during combat training. © Sputnik/ Valery Melnikov

Check out full photo gallery here: http://sptnkne.ws/atc9
 Cadets of the #military academy for women in Damascus during combat training. © Sputnik/ Valery Melnikov

Check out full photo gallery here: http://sptnkne.ws/atc9


A Separation, Film Iran yang Memenangkan Academy Award


Oleh Harlani Salim

Tahun Keluar: 2011. Negara Asal: Iran. Sutradara: Asghar Farhadi. Cast: Peyman Moaadi, Leila Hatami, Sareh Bayat, Shahab Hosseini, Sarina Farhadi. Plot: Sepasang suami-istri dihadapkan pada pilihan yang sulit antara pindah ke negara lain demi masa depan anaknya atau tetap tinggal di Iran untuk merawat orangtuanya yang menderita Alzheimer atau penyakit pikun (IMDb).

Wow, this is it! Inilah film pemenang Best Foreign Language Film dalam Oscar tahun 2012.

Pertama, tidak seperti kategori Best Picture (Film Terbaik) yang sering dipenuhi oleh "politik" dari Academy Awards, misalnya: filmnya harus sesuai dengan "tema" pada tahunnya, filmnya harus mempunyai appeal/daya tarik untuk penonton mainstream, atau yang lainnya, kategori Best Foreign Language Film -- karena bebas dari "politik" seperti itu (at least, until now) -- hasilnya justru lebih obyektif (!) Walaupun kategori Best Picture mempunyai prestige lebih tinggi, sejak satu dasawarsa terakhir ini kategori Best Foreign Language Film menerima perhatian dan sambutan yang sangat hangat terutama dari para penggemar serius film.

Kedua, di tengah banjir teknologi perfilman yang membuat penonton sering lupa terhadap apa sesungguhnya "backbone"/"tulang-punggung" dari sebuah film, adalah angin yang menyegarkan menemukan film yang berhasil dengan spot-on/mengena menunjukkan bahwa film yang bagus tidak harus menggunakan teknologi yang mahal, tetapi cukup dengan akting yang baik, script yang baik, dan arahan yang baik. Penulis sama sekali tidak anti terhadap penggunaan teknologi dalam perfilman, tetapi "backbone" dari sebuah film tetap saja akting, script, dan arahan -- The Big Three: good actor/actress, good script, good director ... always! Film dari Asghar Farhadi ini adalah film dengan The Big Three!

Nader (Peyman Moadi) dan Simin (Leila Hatami) bertengkar karena Simin telah mengambil keputusan untuk pindah ke negara lain demi masa depan anak perempuannya, Termeh (Sarina Farhadi), sedangkan Nader tidak dapat meninggalkan Iran karena dia mesti merawat ayahnya yang jompo yang menderita Alzheimer atau penyakit pikun. Pengajuan cerai mereka ditolak oleh pengadilan, karena alasannya dinilai tidak kuat.

Nevertheless, Simin memutuskan pisah ranjang dan kembali ke rumah orangtuanya. Termeh yang berusia 11 tahun memilih tinggal bersama ayahnya. Sebelum pergi, Simin memanggil pembantu rumah tangga, Razieh (Sareh Bayat), seorang ibu yang relijius, untuk membantu rumah tangga suami dan anaknya.

Masalah baru timbul ketika Razieh kewalahan menangani urusan rumah tangga Nader, terutama merawat ayahnya yang menderita Alzheimer. Masalah berubah menjadi pelik ketika Nader dengan emosi yang tinggi memecat Razieh gara-gara pada suatu hari dia pulang ke rumah dan menemukan Razieh tidak ada di rumah dan ayahnya terjatuh pingsan dari tempat tidurnya sambil salah satu tangannya terikat di tempat tidur.

Okay, penulis harus/sengaja berhenti di sini, karena cerita selanjutnya harus anda saksikan sendiri :-)

Walaupun secara sepintas ceritanya terkesan umum, isinya ternyata kompleks secara sosial, psikologi, dan moralitas. Script-nya, menerima nominasi Best Original Script dalam Oscar 2012, tidak hanya berhasil membedah isyu-isyu kompleks dalam masyarakat Iran saat ini tentang kedudukan pria dan wanita, anak-anak dan orangtua, keadilan dan agama, tetapi juga berhasil mengangkat pertanyaan-pertanyaan kompleks yang bersifat global/universal tentang tanggung-jawab, kejujuran, dan betapa tipisnya batas antara harga diri/pegang prinsip dan egois -- tidak mengherankan anggota Academy Awards dapat dengan cepat dan mudah mengapresiasi film berbahasa Persia ini.

Arahan dari Asghar Farhadi dengan penempatan kamera di tempat-tempat yang sesuai dengan alur ceritanya, misalnya: mengikuti gerakan Nader ketika dia sedang panik, mengambil scene dari kaca spion ketika Nader memperhatikan anaknya berdebat dengan seorang pelayan pompa bensin, atau extreme close-up pada wajah Nader ketika anaknya meng-konfrontasi mengapa dia berbohong, sinematografi dari Mahmoud Kalari yang intim dan personal, dan akting dari kelima pemeran utamanya yang natural/realistis berhasil memberikan kedalaman terhadap karakterisasi mereka.

Meskipun film ini mempunyai durasi 123 menit, penyuntingan yang efektif berhasil menjaga tempo yang tinggi dari awal sampai akhir. Nuansa natural/realistis film ini diperkuat dengan storytelling (gaya bercerita) yang tidak mengenal awal dan akhir, maksudnya awal film bukanlah awal cerita (karena ceritanya sudah dimulai sebelum film dimulai) dan akhir film bukanlah akhir cerita (karena ceritanya berlanjut terus setelah film diakhiri) -- seperti realita dalam kehidupan; selama waktu berjalan terus, kehidupan berjalan terus.

All in all, A Separation adalah film yang akan membekas dalam hati dan pikiran Anda. 


Bangsa & Etnik Armenia



Bangsa Armenia diduga sebagai Bangsa Asyur (yang saat ini kata Asyur ini diduga sebagai muasal Syiria). Di Timur Tengah, etnik Armenia ada di Iran, Suriah, Irak, di Palestina dan kawasan sekitar. Di Iran, contohnya, etnik Armenia hidup damai & dilindungi Negara “Syi’ah” Republik Islam Iran, dan Gereja Kristen Armenia di Iran (Vank Cathedral Isfahan) terhitung sebagai gereja termegah yang dimiliki Kristen Armenia.

Keterangan foto-foto: Perempuan Armenia (foto 1), Gereja Isfahan, Iran (foto 2), dan Presiden Armenia Serzh Sargsyan & Presiden (mantan presiden) Iran Mahmoud Ahmadinejad.  “Salam bagi cinta dan penghambaan! Salam bagi perdamaian dan keamanan! Salam bagi keadilan dan kebebasan” (Mahmoud Ahmadinejad dalam Pidatonya di Sidang Majlis Umum PBB tahun 2010).

SEKILAS NEGARA ARMENIA
Dalam bahasa Armenia, orang Armneia menyebut negara mereka dengan nama Hayq, dan kemudian Hayastan, yang berarti tanah dari orang orang Haik, penambahan istilah menjadikan nama Haik bagian dari imbuhan ‘-stan’ yang dalam bahasa Persia berarti tanah. Menurut legenda, Haik adalah keturunan dari Nabi Nuh yang merupakan moyang dari seluruh orang Armenia (menurut tradisi Armenia kuno).

Haik bermukim di kaki Gunung Arafat, dan meninggalkan Armenia untuk membantu pembangunan Menara Babel, saat ia kembali, ia dikalahkan oleh Bel seorang Raja Babilonia (beberapa peneliti beranggapan bahwa ia dikalahkan oleh Nimrod pada tanggal 11 Agustus 2492 SM dekat danau Van, sebelah selatan Armenia kuno (kini daerah ini masuk dalam daerah Turki).

Hayq adalah nama yang diberikan pada Armenia oleh negara-negara lain yang mengelilinginya. Nama ini diambil dari suku terkuat yang tinggal di tanah Armenia kuno, dan menamakan diri mereka ‘’Armens’’. Secara tradisional nama ini diturunkan dari Armenak atau Aram (keturunan Haik). Menurut penelitian yang dilakukan dari sisi Yahudi dan Kristen, nama ‘Armenia’ diambil dari Har-Minni yang berarti Gunung Minni (atau Mannai).

Penjelasan yang diambil dari masa pra-Kristen beranggapan bahwa Nairi, yang berarti tanah yang dialiri oleh sungai-sungai, adalah nama kuno yang diberikan untuk daerah pegunungan yang terdapat di negara itu dan nama ini digunakan oleh bangsa Asyur sekitar tahun 1200 SM; namun Inskripsi Behistun yang terdapat di Iran dan dilansir berasal dari tahun 521 SM tercatat menuliskan Armenia. 

(An Armenian Woman in her traditional costume with a delicate smile)

Mr. "Bear" Putin

Russian President Vladimir Putin is also the Supreme Commander-in-Chief, bearing the highest responsibility for protecting the country.

Photo: Russia's President Vladimir Putin in the cockpit of the Pavel Taran #Tu160 strategic bomber, by which he reached the training area of the strategic long-range aviation and the Northern Fleet. © Sputnik/ Vladimir Rodionov

Check out full photo gallery here:http://sptnkne.ws/ahGt 
Vladimir Putin on an expedition to Ubsunur Hollow Biosphere Preserve inspecting snow leopard's habitat. © Sputnik/ Alexei Druzhinin

Check out full photo gallery here:http://sptnkne.ws/ahGt 
President Vladimir Putin (left) greets commanders of the units that took part in the #military parade to commemorate the 70th anniversary of the victory in the#GreatPatrioticWar of 1941-1945 in #Moscow's Red Square, May 9, 2015. © Sputnik/ Alexei Druzhinin

Check out full photo gallery here:http://sptnkne.ws/ahGt 
Russian President Vladimir Putin (center) poses for a photo with members of the Vympel military and patriotic center at the flower-laying ceremony at the Monument to Minin and Pozharsky on #RedSquare, November 4, 2015. © Sputnik/ Alexei Druzhinin

Check out full photo gallery here:http://sptnkne.ws/ahGt

Seorang jurnalis Inggris, Lindsey Hilsum, dalam reportase dan foto-foto yang ia publikasikan telah membuktikan bahwa mayoritas warga Suriah menganggap Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pahlawan dan memandang Rusia sebagai sang penyelamat. Penduduk di kota Tartous dan Latakia di Suriah, contohnya, meyakini bahwa operasi militer Rusia melawan kelompok teroris ISIS akan mengakhiri perang di negeri tersebut, demikian tulis Hilsum dalam reportasenya tentang Suriah yang ia datangi langsung.

Selain itu, lanjut Hilsum, mayoritas warga Suriah memandang Amerika Serikat dkk patut disalahkan karena memperkuat para teroris dan sekutunya, terbukti dengan banyaknya aneka senjata ISIS yang disuplai oleh Amerika, Israel, Turki, Saudi Arabia, Qatar dkk. "Rusia adalah pahlawan. Warga menyapa beberapa orang Rusia dengan salam ceria 'Dobry den!' dan meneriakkan antusias mereka kepada Presiden Putin yang diyakini akan membebaskan mereka dari terorisme," papar Hilsum. 

Asyura di Kota Baku, Azerbaijan

Islamic art of callygraphy: “There is no day like your day, O, Aba Abdillah” (Tiada hari yang seperti harimu, duhai Imam Husain)

Blue Diary



Dua puisi Sulaiman Djaya

NYANYIAN BOCAH GEMBALA

Bila tiba jam dua sepulang sekolah,
kutuntun kerbauku di pematang-pematang sawah.
Hatiku bernyanyi di bawah matahari
sembari memandangi hamparan langit.

Kurenungi segala perbandingan
–semilir angin jadi lagu kesunyian.
Gerak dedaunan dan lalang jadi kejenuhan
–kutitipkan resahku pada dahan-dahan.

Kadangkala ku-bersandar pada sepohon akasia,
merenungi burung-burung dan serangga
hingga tiba waktunya senja pukul lima
aku pun pulang dengan gembira.

(2005-2006)


BLUE DIARY

Aku datangi kotamu
sorehari selepas pukul lima
jingga telah jadi warna senja.

Di trotoar jalan di Cibiru, kukira,
kau seorang bidadari
berkerudung terbaru berwarna abu-abu

dan celana jeans biru.
Kukirimkan sajak di hari ulang-tahunmu
di sebuah Juni di ujung Sabtu

sudut-sudut kota Bandung.
Tapi di hari Minggu aku telah
kehilangan dirimu

dari sebuah foto
yang tak lagi baru
di meja basah di ruang bacaku.    

(2001) 


Kristen Ortodoks Rusia

Gereja Ortodoks Rusia (ROC) atau Patriarkat Moskow, juga dikenal sebagai Gereja Kristen Ortodoks Rusia, adalah kumpulan orang-orang Kristen yang merupakan suatu otosefalus Gereja Ortodoks Timur di bawah yurisdiksi Patriark Moskow, dalam persekutuan dengan Gereja Timur lainnya. Gereja Ortodoks Rusia adalah agama Kristen yang paling dominan di Rusia yang membentuk sekitar 63-66% dari jumlah penduduk Rusia. Itu menjadikan Gereja Ortodoks Rusia sebagai agama dominan di Rusia. Sementara itu, Islam adalah agama terbesar kedua di Rusia dengan presentase 5-6% atau sekitar 15-20 juta orang (muslim), meski menurut Roman Silantyev hanya ada sekitar 7-9 juta orang (muslim), dimana sekira 4 juta lebihnya adalah Muslim Syi’ah. Karena hal ini, selain fakta secara politis saat ini antara Rusia dan Suriah yang merupakan mitra, secara teologis dan kultural, Rusia menjadi begitu dekat dengan Suriah yang juga dihuni banyak Kristen Ortodoks Suriah (Kristen Ortodoks tertua yang dipercaya sebagai tempat kelahiran Kristen Ortodoks itu sendiri), selain mayoritas Muslim Sunni dan Syi’ah di Suriah yang hidup rukun dengan Kristen Ortodoks Suriah (yang belakangan ini sama-sama menjadi korban kekejaman ISIS yang diciptakan Israel, Amerika, Rezim Al-Saud, Qatar, Turki dkk) itu. 

Agama dan Filsafat Zarathustra Persia



Oleh Djoanne M.

Zoroaster (Zarathustra) adalah seorang imam pengajar. Ajarannya diabadikan dalam 17 puji-pujian yang disebut Gatnas [1].  Puji-pujian yang diabadikan tersebut tertulis dalam bentuk puisi-puisi yang hanya dimengerti oleh sebagian orang, sehingga sulit untuk di terjemahkan. Penganut Zoroastrianisme beribadat kepada Ahura Mazda di dalam “kuil api”. Kuil api sendiri artinya sebuah tempat dimana api terus menyala. Zoroastrianisme menekankan peran Ahura Mazda, sebagai pencipta yang baik tanpa ada kejahatan di dalamnya. Dengan kata lain, Zoroastrianisme mengajarkan kebaikan dan kejahatan memiliki sumber-sumber yang berbeda. Di sini sang penciptaan Mazda menjadi pelindung atas kejahatan yang berusaha menghancurkan. Teks yang paling penting dari agama ini adalah dari Avesta.

Zoroastrianisme merupakan ajaran yang sangat kuno dalam masyarakat Iran (Persia). Ajaran ini disebut juga sebagai agama nasional Iran selama berabad-abad sebelum terpinggirkan oleh agama Islam pada abad ke-7. [2] Sebutan untuk pengikut ajaran ini disebut juga dalam bahasa Inggris, yakni Zoroaster, Zarathustrian atau Behdin, yang berarti pengikut Daena.

KEBERADAAN dan PERKEMBANGAN ZOROASTRIANISME
Zoroastrianisme merupakan salah satu ajaran tertua, yakni sekitar awal milenium pertama SM. Sejarawan Herodotus (akhir 440 SM) menjelaskan bahwa masyarakat Iran Greater mengenal Zoroaster pada periode awal zaman Achaemenid (648-330 SM), khususnya yang berkaitan dengan peran orang Majus. Menurut Herodotus, orang Majus adalah suku keenam dari Median (sampai penyatuan Kerajaan Persia di bawah pemerintahan kaisar Cyrus Agung, di mana semua Iran disebut sebagai "Mede" atau "Mada" oleh bangsa-bangsa Dunia Kuno).

Walaupun tidak dijelaskan bahwa Cyrus II adalah seorang pengikut dan penganut ajaran Zoroaster (Zarathustra), namun pengaruh ajaran Zoroastrianisme kemudian yang memungkinkan Koresy (Cyrus Agung) membebaskan orang-orang Yahudi dari penawanan Babilonia di masa Nebukadnezzar dan memungkinkan untuk kembali ke Yudea, ketika kaisar Cyrus Agung mengalahkan Babel (Babilonia) pada tahun 539 SM. 

Menurut prasasti Behistum, Darius adalah pemuja Ahura Mazda. Setelah Darius I, dalam prasasti Achaemenid, kaisar Akhemenid mengakui pengabdiannya kepada Ahura Mazda, yang kemudian dikenal dalam sejumlah teks Zoroaster Avesta.  Kemudian pada pemerintahan Siculus, Raja sekitar tahun 60 SM muncul untuk mendukung Zoroaster. [3]

Pengikut Zoroaster (Zarathustra) percaya juga pada 6 kekuatan roh, yaitu sesuatu yang bukan Tuhan dan juga tidak tepat jika dikatakan makhluk. 6 Roh tersebut adalah, sbb: [4]

[1] Vohu Mada yaitu roh yang memiliki jiwa berbudi dan mati di surga. Kadang-kadang dia disebut pikiran yang baik atau penglihatan yang baik, dan dia  akan memberikan dua macam kebijaksanaan pada siapa yang memperhatikannya. Vohu Mada mengharuskan Umat Zoroaster mengorbankan binatang untuknya,  sekarang umat mempersembahkan susu dan mentega dalam ritual.

[2] Kshathra yaitu roh yang mahamulia dan pejuang kerajaan yang membela orang miskin. Dia kadang-kadang disebut Kebaikan Dominion Ahura Mazda.

[3] Asha Vahista yaitu Dewa pembela perintah-perintah dunia dan memerangi Iblis. Dia adalah roh kebenaran dan keadilan, yang memilki tujuan untuk memerangi kebohongan.

[4] Armati yaitu penyokong kebijaksanaan di bumi, merupakan roh wanita dari devosi yang kudus dan pemikiran yang benar

[5] Haurvatat yaitu roh yang membawa kemakmuran, kemurnian dan kesehatan. Ia juga dalam komando air dan ia menggambarkan air dalam upacara Yana.

[6] Ameretat yaitu roh yang memberikan kehidupan yang kekal, atau setidak-tidaknya umur yang panjang, atau petunjuk agar memiliki umur yang panjang untuk kehidupan yang kekal. Dia menggambarkan Haoma dalam upacara Yasna. Ameretat dan Haurvatat hampir selalu berpasangan.

ROH KUDUS
Spenta Mainyu, Roh Kudus Dewa, merupakan sebuah konsep yang bertalian. Dia tidak dianggap satu dari Amesha Spentas, karena sifatnya hampir serupa dengan Ahura Mazda dan dia memiliki tujuan yang sama dengannya. Spenta Aminyu tidak memiliki kehidupan yang berbeda dari Ahura Mazda, tetapi  mengalami penambahan roh, karena kehadirannya menolong pendistribusian seluruh ciptaan dari Ahura Mazda. Dia juga menolong menyempurnakan realisasi diri ilahi Ahura Mazda. [5]

PENCIPTAAN ALAM SEMESTA dan MANUSIA
Orang Iran Kuno mempercayai bahwa langit adalah bagian pertama dari penciptaan dunia. Digambarkan bahwa bumi terbuat dari lingkaran pelindung dari batu kristal, kemudian berubah lagi menjadi besi. Penciptaan berikutnya adalah air, setelah bumi. Lalu muncul lagi tumbuhan dan hewan. Manusia diciptakan pada hari ke-6, dan api diciptakan terakhir kali.

Gunung dipercayai oleh mereka tumbuh dari permukaan bumi, yang awalnya bumi ini datar. Menurut kitab Avesta, gunung pertama kali dapat tercipta setelah 800 tahun berjalan. Air juga merupakan salah satu hal terpenting dalam agama ini. Menurut kitab suci Avesta, air dilambangkan sebagai pembawa kehidupan. Sungai yang terutama bernama sungai Harahvaiti. Selain itu juga ada juga tumbuhan. Mereka menyimbolkan sebagai pohon yang timbul di tepi sungai atau aliran air. Pohon itu disimbolkan sebagai benih dari kehidupan yang mendapat makanan dari aliran sungai tersebut. Ada juga hewan yang pertama kali diciptakan. Hewan itu sejenis dengan sapi. Pusat dari keberadaan hewan ini terdapat di sebelah timur sungai.

Manusia juga salah satu dari proses penciptaan. Dalam kitab Yasht, digambarkan seorang pria yang berperawakan tinggi dan terang bagaikan matahari. Dewa Angra Mainyu membunuh manusia pertama itu yang bernama Gayomartan. Dari peristiwa itu selama lebih dari 40 tahun barulah muncul manusia baru, yang diperkirakan sebagai orang pertama, yaitu Mashya dan Mashyanang.

FILOSOFI UMAT ZOROASTER (ZARATHUSTRA)
Filosofi umat Zoroaster tersusun 2 bagian: etika dan eskatologi

Etika: Dalam Agama Zoroaster, hidup yang ideal dapat disimpulkan secara sederhana dalam 3 cara hidup yang baik yaitu: pikiran yang baik, perkataan yang baik, dan perbuatan yang baik. [6]

Akhir Zaman (Eskatologi): Pada saat kematian, orang akan berdiri  dihadapan Sraoha (kepatuhan terhadap Tuhan), Rashnu (keadilan), dan Mithra (kebenaran). [7] Jika seseorang dapat membuktikan bahwa dia memiliki perbuatan baik  yang lebih banyak daripada perbuatan yang buruk, maka ia akan diselamatkan. Jika perbuatan yang baik seimbang dengan perbuatan yang buruk, orang akan melanjutkan ke penghakiman yang terakhir di sebut Hamestaken. [8]

DAFTAR PUSTAKA
Browne, A. M. Histoty of Zoroastrianisme. Leiden: Ej. Brill, 1996.
Curtis, Vesta Sarkosh. Persian Myths. Austin: British Museum Press, 1998.
Keene, Michael. Agama-Agama Dunia. Yogyakarta: Kanisisus, 2006. Kellens, Jean. "Avesta", dalam Encyclopaedy Iranica Vol. 3. (New York: Routledge & Kegan Paul,             2005.
Morgan, Diane. The Best Guide to Eastern Philosophy and Religion, theUnited States of America:  Renaissance Media, 2001.

CATATAN:
[1] Ibid., hal. 174.
[2] M Browne, A. Histoty of Zoroastrianisme, (Leiden: Ej. Brill, 1996), hal.1.
[3] Jean Kellens, "Avesta", dalam Encyclopaedy Iranica Vol. 3, (New York: Routledge & Kegan Paul,              2005) hal.35-44.
[4] Diane Morgan, the Best Guide to Eastern Philosophy and Religion, (the United States of America:  Renaissance Media, 2001), hal. 297-298.
[5] Ibid., hal. 298-299.
[6]   Op. cit, Diane Morgan, hal. 299.
[7]   Ibid, hal. 300.
[8] Ibid.