Label

Mr. "Bear" Putin

Russian President Vladimir Putin is also the Supreme Commander-in-Chief, bearing the highest responsibility for protecting the country.

Photo: Russia's President Vladimir Putin in the cockpit of the Pavel Taran #Tu160 strategic bomber, by which he reached the training area of the strategic long-range aviation and the Northern Fleet. © Sputnik/ Vladimir Rodionov

Check out full photo gallery here:http://sptnkne.ws/ahGt 
Vladimir Putin on an expedition to Ubsunur Hollow Biosphere Preserve inspecting snow leopard's habitat. © Sputnik/ Alexei Druzhinin

Check out full photo gallery here:http://sptnkne.ws/ahGt 
President Vladimir Putin (left) greets commanders of the units that took part in the #military parade to commemorate the 70th anniversary of the victory in the#GreatPatrioticWar of 1941-1945 in #Moscow's Red Square, May 9, 2015. © Sputnik/ Alexei Druzhinin

Check out full photo gallery here:http://sptnkne.ws/ahGt 
Russian President Vladimir Putin (center) poses for a photo with members of the Vympel military and patriotic center at the flower-laying ceremony at the Monument to Minin and Pozharsky on #RedSquare, November 4, 2015. © Sputnik/ Alexei Druzhinin

Check out full photo gallery here:http://sptnkne.ws/ahGt

Seorang jurnalis Inggris, Lindsey Hilsum, dalam reportase dan foto-foto yang ia publikasikan telah membuktikan bahwa mayoritas warga Suriah menganggap Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pahlawan dan memandang Rusia sebagai sang penyelamat. Penduduk di kota Tartous dan Latakia di Suriah, contohnya, meyakini bahwa operasi militer Rusia melawan kelompok teroris ISIS akan mengakhiri perang di negeri tersebut, demikian tulis Hilsum dalam reportasenya tentang Suriah yang ia datangi langsung.

Selain itu, lanjut Hilsum, mayoritas warga Suriah memandang Amerika Serikat dkk patut disalahkan karena memperkuat para teroris dan sekutunya, terbukti dengan banyaknya aneka senjata ISIS yang disuplai oleh Amerika, Israel, Turki, Saudi Arabia, Qatar dkk. "Rusia adalah pahlawan. Warga menyapa beberapa orang Rusia dengan salam ceria 'Dobry den!' dan meneriakkan antusias mereka kepada Presiden Putin yang diyakini akan membebaskan mereka dari terorisme," papar Hilsum. 

Asyura di Kota Baku, Azerbaijan

Islamic art of callygraphy: “There is no day like your day, O, Aba Abdillah” (Tiada hari yang seperti harimu, duhai Imam Husain)

Blue Diary



Dua puisi Sulaiman Djaya

NYANYIAN BOCAH GEMBALA

Bila tiba jam dua sepulang sekolah,
kutuntun kerbauku di pematang-pematang sawah.
Hatiku bernyanyi di bawah matahari
sembari memandangi hamparan langit.

Kurenungi segala perbandingan
–semilir angin jadi lagu kesunyian.
Gerak dedaunan dan lalang jadi kejenuhan
–kutitipkan resahku pada dahan-dahan.

Kadangkala ku-bersandar pada sepohon akasia,
merenungi burung-burung dan serangga
hingga tiba waktunya senja pukul lima
aku pun pulang dengan gembira.

(2005-2006)


BLUE DIARY

Aku datangi kotamu
sorehari selepas pukul lima
jingga telah jadi warna senja.

Di trotoar jalan di Cibiru, kukira,
kau seorang bidadari
berkerudung terbaru berwarna abu-abu

dan celana jeans biru.
Kukirimkan sajak di hari ulang-tahunmu
di sebuah Juni di ujung Sabtu

sudut-sudut kota Bandung.
Tapi di hari Minggu aku telah
kehilangan dirimu

dari sebuah foto
yang tak lagi baru
di meja basah di ruang bacaku.    

(2001) 


Kristen Ortodoks Rusia

Gereja Ortodoks Rusia (ROC) atau Patriarkat Moskow, juga dikenal sebagai Gereja Kristen Ortodoks Rusia, adalah kumpulan orang-orang Kristen yang merupakan suatu otosefalus Gereja Ortodoks Timur di bawah yurisdiksi Patriark Moskow, dalam persekutuan dengan Gereja Timur lainnya. Gereja Ortodoks Rusia adalah agama Kristen yang paling dominan di Rusia yang membentuk sekitar 63-66% dari jumlah penduduk Rusia. Itu menjadikan Gereja Ortodoks Rusia sebagai agama dominan di Rusia. Sementara itu, Islam adalah agama terbesar kedua di Rusia dengan presentase 5-6% atau sekitar 15-20 juta orang (muslim), meski menurut Roman Silantyev hanya ada sekitar 7-9 juta orang (muslim), dimana sekira 4 juta lebihnya adalah Muslim Syi’ah. Karena hal ini, selain fakta secara politis saat ini antara Rusia dan Suriah yang merupakan mitra, secara teologis dan kultural, Rusia menjadi begitu dekat dengan Suriah yang juga dihuni banyak Kristen Ortodoks Suriah (Kristen Ortodoks tertua yang dipercaya sebagai tempat kelahiran Kristen Ortodoks itu sendiri), selain mayoritas Muslim Sunni dan Syi’ah di Suriah yang hidup rukun dengan Kristen Ortodoks Suriah (yang belakangan ini sama-sama menjadi korban kekejaman ISIS yang diciptakan Israel, Amerika, Rezim Al-Saud, Qatar, Turki dkk) itu.