Label

Bangsa & Etnik Armenia



Bangsa Armenia diduga sebagai Bangsa Asyur (yang saat ini kata Asyur ini diduga sebagai muasal Syiria). Di Timur Tengah, etnik Armenia ada di Iran, Suriah, Irak, di Palestina dan kawasan sekitar. Di Iran, contohnya, etnik Armenia hidup damai & dilindungi Negara “Syi’ah” Republik Islam Iran, dan Gereja Kristen Armenia di Iran (Vank Cathedral Isfahan) terhitung sebagai gereja termegah yang dimiliki Kristen Armenia.

Keterangan foto-foto: Perempuan Armenia (foto 1), Gereja Isfahan, Iran (foto 2), dan Presiden Armenia Serzh Sargsyan & Presiden (mantan presiden) Iran Mahmoud Ahmadinejad.  “Salam bagi cinta dan penghambaan! Salam bagi perdamaian dan keamanan! Salam bagi keadilan dan kebebasan” (Mahmoud Ahmadinejad dalam Pidatonya di Sidang Majlis Umum PBB tahun 2010).

SEKILAS NEGARA ARMENIA
Dalam bahasa Armenia, orang Armneia menyebut negara mereka dengan nama Hayq, dan kemudian Hayastan, yang berarti tanah dari orang orang Haik, penambahan istilah menjadikan nama Haik bagian dari imbuhan ‘-stan’ yang dalam bahasa Persia berarti tanah. Menurut legenda, Haik adalah keturunan dari Nabi Nuh yang merupakan moyang dari seluruh orang Armenia (menurut tradisi Armenia kuno).

Haik bermukim di kaki Gunung Arafat, dan meninggalkan Armenia untuk membantu pembangunan Menara Babel, saat ia kembali, ia dikalahkan oleh Bel seorang Raja Babilonia (beberapa peneliti beranggapan bahwa ia dikalahkan oleh Nimrod pada tanggal 11 Agustus 2492 SM dekat danau Van, sebelah selatan Armenia kuno (kini daerah ini masuk dalam daerah Turki).

Hayq adalah nama yang diberikan pada Armenia oleh negara-negara lain yang mengelilinginya. Nama ini diambil dari suku terkuat yang tinggal di tanah Armenia kuno, dan menamakan diri mereka ‘’Armens’’. Secara tradisional nama ini diturunkan dari Armenak atau Aram (keturunan Haik). Menurut penelitian yang dilakukan dari sisi Yahudi dan Kristen, nama ‘Armenia’ diambil dari Har-Minni yang berarti Gunung Minni (atau Mannai).

Penjelasan yang diambil dari masa pra-Kristen beranggapan bahwa Nairi, yang berarti tanah yang dialiri oleh sungai-sungai, adalah nama kuno yang diberikan untuk daerah pegunungan yang terdapat di negara itu dan nama ini digunakan oleh bangsa Asyur sekitar tahun 1200 SM; namun Inskripsi Behistun yang terdapat di Iran dan dilansir berasal dari tahun 521 SM tercatat menuliskan Armenia. 

(An Armenian Woman in her traditional costume with a delicate smile)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar